Wasiat Atasan Kepada Anak Buah Menghadapi Budaya Birokrasi Kita Yang Sungguh Hebat!

Oleh: MUTIA RIZAL*   Wasiat ini untuk para anak buah, yang kalau tidak ada aral melintang, suatu saat nanti akan menjadi pemimpin. Saat ini mungkin ada pimpinan yang tidak ‘sesakti’ seperti dalam uraian wasiat ini. Begitu pula mungkin ada instansi pemerintah yang tidak sehebat  yang tergambar dalam narasi wasiat ini. Namun percayalah, wasiat ini masih…

Adaptasi Kompetensi dan Profesionalisme KPK Sebagai Antisipasi Keniscayaan Perubahan Lingkungan

Oleh: SYAIFUL HIFNI*     Prolog “Saat ini KPK banyak mengalami pukulan balik dari kekuatan besar, pukulan itu berasal dari berbagai arah dan bertubi-tubi. KPK sedang berada di ujung sakaratul maut”, demikian ujar Bambang Widjojanto baru-baru ini. Penulis pun berpendapat sama. Selain pukulan dan serangan balik dari para pelaku tindak kejahatan korupsi, KPK juga mengalami…

Orang Baik, Kenapa Koq Korupsi? Sebuah Proposisi Tujuh Faktor Penyebabnya

Oleh: HARYONO UMAR*       Indonesia telah menetapkan bahwa korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa (extra ordinary crime) sehingga harus ditangani dengan cara-cara yang juga luar biasa! Oleh karena itu, telah diterbitkan berbagai perundang-undangan. Sejak berdirinya KPK, sudah begitu banyak kasus korupsi yang ditangani KPK dan juga penegak hukum lainnya. Kasus korupsi ini melibatkan…

APIP dalam Pusaran ‘Kriminalisasi’

Oleh: EKO HERY WINARNO*   Artikel-artikel sebelumnya (Atas Yudha,  Rahmad Daulay, Mudjisantosa,  dan Rudy Harahap), memberi sinyal atau indikasi bahwa sumber ‘kriminalisasi’ juga melibatkan Auditor BPK RI dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), bukan hanya APH. Sayangnya, masih sedikit yang mengulas peran Auditor BPK RI dan APIP terkait ‘kriminalisasi’ tersebut. Tulisan berikut fokus pada peran…

Bangkit dari Keterpurukan Mental

Oleh: MARIMAN DARTO*   Saya tidak peduli apa yang orang lain pikirkan  tentang apa yang saya lakukan. Tetapi, saya sangat peduli tentang apa yang saya pikirkan, tentang apa yang saya lakukan. Itu yang disebut karakter. — Theodore Roosevelt   Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur Malaysia, 23 September 2017 menjadi saksi keperkasaan tim Para Games Indonesia.…

Saya Suka Korupsi

Oleh: HANANTO WIDHIATMOKO*   Saya suka korupsi. Karena saya suka, maka rasanya ingin tertawa ketika sekilas membaca tagline sebuah iklan layanan masyarakat yang terpampang besar di dekat pasar sebuah kota besar yang saya lewati. Oh maaf, mungkin juga bukan iklan layanan masyarakat. Dengan pilihan huruf khas birokrat, dan besar pula,  iklan itu menyajikan kalimat “Dengan…

Obat Mujarab OTT KPK: Mengembalikan Nilai-Nilai dan Keteladanan Pendiri Bangsa

Oleh: MARIMAN DARTO*     Minggu lalu (16/9/2017) saat dalam perjalanan pulang menuju Samarinda dari Balikpapan, saya dikejutkan dengan pertanyaan sopir travel yang mengantarkan saya. “Pak mohon maaf mau tanya. Sekarang banyak pejabat yang ditangkap KPK. Apa mereka sudah hilang rasa takutnya ya pak?” tanya Abu nama sopir itu. Saya tidak lantas menjawab pertanyaan itu.…

Bergeming, Flegmatis dan Mangkus dalam Birokrasi Kita

Oleh: HANANTO WIDHIATMOKO*   Dalam kekhusyukan saya mencari referensi untuk pembuatan bahan paparan, mata saya terhenti pada tiga kata: bergeming, flegmatis, dan mangkus. Kata geming seringkali dipergunakan untuk menggambarkan kondisi yang tidak berubah dari suatu subyek, baik itu orang atau benda lain, baik itu bernyawa atau tidak bernyawa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bergeming…

Pembangunan Untuk Siapa? Pelajaran Dari Kisah Perjuangan Petani Kendeng

oleh: RYAN AGATHA NANDA WIDIISWA*   ‘The world has enough for everyone’s need, but not enough for everyone’s greed.’ – Mahatma Gandhi   Mulai hari Senin tanggal 4 September 2017, para “Kartini” Kendeng kembali menyuarakan protesnya terhadap pabrik semen di depan Istana Negara dengan mendirikan tenda. Mereka sendiri menyatakan bahwa aksi ini dilakukan hingga protes mereka…

Maraknya Operasi Tangkap Tangan KPK, Sebuah Indikasi Kesemuan Beragama Masyarakat Indonesia

Oleh:  MOCH SOEDARNO*     Ketaatan beragama seharusnya mendorong manusia menjadi pribadi yang religius. Pribadi yang religius selalu menebarkan kebaikan kepada orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Mereka itu hidupnya selalu bermanfaat, membawa berkah, dan menghadirkan suasana suka-cita bagi lingkungannya. Seseorang yang mengaku religius, tetapi kehidupannya dihiasi dengan berbagai pelanggaran adalah gagal menginternalisasikan ajaran agama…

‘Menetralisasi’ Rasionalitas Birokrasi

Oleh : MUTIA RIZAL*    Terlepas dari kultur birokrasi kita yang masih terpengaruh kultur masa feodal juga kolonial, birokrasi saat ini memiliki rasionalitas tersendiri. Rasionalitas ini mengikuti gagasan Max Weber, seorang sosiolog Jerman yang mengatakan birokrasi sebagai jenis organisasi yang paling efisien.  Rasionalitas yang mulai berkembang di abad 19 ini, memiliki ciri khas adanya struktur…

Memimpin Perubahan: Dari Pendekatan Formal ke Informal

Oleh: MARIMAN DARTO*   “Saya memegang teguh prinsip Jenderal Sudirman bahwa setiap pemimpin harus berada di tengah-tengah rakyatnya. Saya berharap, seluruh peserta Diklat Pim II ini bisa menjiwai spirit yang dibangun oleh Pak Dirman tersebut.”  Demikian Paman Birin, panggilan akrab Gubernur Kalimantan Selatan, dalam sambutannya pada pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan II (Diklat Pim II),…