Sepotong Potret Layanan Publik di Indonesia

  Oleh: M. JALU WREDO ARIBOWO*   Selama tahun 2017, Redaksi Birokrat Menulis telah menerima banyak kontribusi artikel tentang kehidupan birokrasi. Sebagian besar menyoroti tentang praktik korupsi yang masih menjadi fenomena tak kunjung reda, sebagian lagi menceritakan tentang kriminalisasi dalam pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh penegak hukum. Beberapa artikel lainnya mengungkap relasi birokrasi dengan politik…

Illogical Bureaucrazy Peraturan Kependudukan Kita

Oleh: HANANTO WIDHIATMOKO*   Punya anak lagi itu luar biasa. Setelah menunggu sekian lama, bersama tiga anak cowok keren dan istri cantik sekaligus sholihah, mendapatkan satu lagi amanah berupa anak cewek itu sangat ‘amazing’. Itu saya. Alhamdulillah, menunggu kelahiran putri tercinta ini merupakan penantian yang mengharu biru dan penuh tantangan. Penuh tantangan? Ya, bagaimana tidak,…

Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik Melalui Pemetaan Proses Bisnis

Oleh: ADRINAL TANJUNG*   Sering sekali saya menerima pertanyaan terkait ‘pedoman pemetaan proses bisnis (business process mapping)’. Sebagai pegawai yang bekerja di kementerian yang mempunyai tugas untuk membuat pedoman tersebut, wajar saja mereka mengajukan pertanyaan ini kepada saya. Mereka juga mengeluh temuan yang sering diperoleh pada saat evaluasi/penilaian pelaksaan reformasi birokrasi yaitu terkait dengan belum…

Pengawasan Pelayanan Publik: Tanggung Jawab Siapa?

Oleh: SETYA NUGRAHA*   Sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, negara berkewajiban melayani setiap warga negara dan penduduk untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam kerangka pelayanan publik yang merupakan amanat UUD Tahun 1945. Pelayanan publik berdasarkan UU tersebut merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan…

Meningkatkan Kualitas Layanan dengan H.E.A.T. Strategy

Oleh: NUR ANA SEJATI*     Entah kali yang keberapa Ayla harus mendatangi dokter gigi. Pagi ini alasannya gigi barunya ‘wobbly’ atau goyang atau oglak-aglik. Saya sendiri selalu bersemangan untuk datang ke health center tersebut. Alasannya: observasi pelayanan. Sejak awal saya memang tertarik mengamati kinerja health center tersebut. Dalam tulisan sebelumnya saya sempat menyinggung tentang…